Pages

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juli 2011

Aromaterapi untuk Bayi

Aromaterapi adalah terapi alternatif menggunakan minyak esensial wangi yang dirancang untuk memberikan manfaat fisik dan mental bagi orang dewasa dan anak-anak. Di Amerika Serikat, Perancis, Inggris,  dan negara maju lainnya aromaterapi telah lama menjadi bagian dari terapi medis.Manfaat aromaterapi
Aroma adalah pintu gerbang ke jiwa kita. Penelitian di Amerika Serikat dan Eropa secara ilmiah menunjukkan bahwa bau/aroma memiliki pengaruh pada jiwa melebihi yang kita duga sebelumnya.  Ahli-ahli psikoterapi juga mulai menggunakan aroma untuk membangkitkan suasana hati, meningkatkan kinerja dan daya konsentrasi. Orang depresi dapat berubah menjadi bersemangat dan memiliki rasa percaya diri.
Minyak esensial alami (minyak atsiri) yang digunakan dalam aromaterapi diproses dari bunga, biji, kulit buah, kulit pohon, akar dan daun melalui penyulingan, ekstraksi atau pemerasan. Minyak tersebut biasanya mengandung asam organik di samping senyawa terpen, seskuiterpen, ester, alkohol, fenol, aldehida dan keton.
Minyak ensensial yang dipasarkan biasanya tidak murni, tapi dengan campuran (carrier) minyak nabati dan ditambahkan sejumlah zat seperti yodium dan vitamin E agar memiliki efek balancing. Minyak nabati yang digunakan sebagai campuran adalah minyak almond, jarak, kedelai, biji anggur dan bunga matahari.
Aromaterapi untuk bayi
Dalam perawatan bayi, aromaterapi digunakan untuk menenangkan bayi dan anak-anak agar tidak gelisah/rewel dan dapat tidur dengan nyenyak.

Minyak esensial yang berbeda memiliki sifat yang berbeda dan digunakan untuk alasan yang berbeda. Berikut adalah beberapa minyak esensial lembut yang sering digunakan untuk bayi:  geranium (graveolens pelargonium), lavender (lavandula angustifolia), mawar (rosa damascena), roman chamomile (Nobile chamaemelum), lemon, grapefruit, jeruk mandarin (aurantium sinensis).
Ada beberapa minyak atsiri yang tidak boleh dianjurkan untuk bayi, antara lain minyak atsiri tinggi menthone seperti peppermint (mentha piperita x) dan cornmint (mentha arvensis), hisop (hisop officinalis), basil (Ocimum basilicum),  dan juniper (juniperus communis).
Mintalah nasihat ahli aromaterapi untuk mendapatkan minyak yang sesuai dan aman bagi bayi Anda. Berhati-hatilah, karena aroma yang terlalu kuat justru dapat membuat bayi Anda sakit kepala dan mual. Bayi Anda juga dapat memiliki reaksi alergi terhadap minyak aromaterapi. Selalu lakukan pengujian terbatas terlebih dahulu sebelum Anda menerapkannya pada bayi Anda. Pada prinsipnya, jangan melakukan aromaterapi tanpa bimbingan ahli yang lebih kompeten. Usia bayi, pemakaian, jenis dan komposisi minyak aromaterapi sangat menentukan takaran yang tepat.
Beberapa contoh aromaterapi untuk bayi:
  • Gunakan lotion lavender ketika Anda memijat bayi Anda. Secara umum, minyak esensial yang diberikan melalui campuran lotion putih lebih baik daripada minyak nabati, yang tidak mudah diserap oleh kulit bayi dan mungkin terlalu licin.
  • Gunakan setetes kecil minyak lavender di pakaian bayi Anda, agar produk itu tidak kontak langsung dengan kulit halus bayi Anda.
  • Ganti sabun bayi Anda dengan sabun bercampuran lavender yang tersedia di pasar.
  • Gunakan pengharum ruangan dengan menaruh minyak lavender atau chamomile dalam alat penyebar aroma dan biarkan selama 15 menit agar menyebar di ruangan bayi.

7 Tips Perawatan Kulit Bayi

Kulit bayi sangat halus tetapi rentan terhadap perubahan suhu, kekeringan dan infeksi. Karena kelenjar keringat belum sepenuhnya berkembang, kulit bayi sangat sensitif terhadap suhu dingin dan panas. Meskipun kelenjar sebasea sudah terbentuk di kulit, tetapi mereka belum menghasilkan cukup minyak. Akibatnya, kulit bayi cenderung mudah kering. Kulit bayi juga rentan terhadap infeksi karena sistem perlindungan terhadap mikroorganisme belum sepenuhnya terbentuk. Oleh karena itu, perawatan yang baik terhadap kulit bayi yang sensitif sangatlah penting pada bulan-bulan pertama kehidupannya.
Berikut adalah 7 tips yang sangat dianjurkan dalam perawatan kulit bayi:

1. Mandikan bayi beberapa hari sekali, tetapi bersihkan kulitnya setiap hari.

Dalam empat bulan pertama, Anda sebaiknya tidak memandikan bayi setiap hari. Para pakar perawatan bayi menganjurkan untuk memandikan bayi seminggu sekali, terutama pada satu-dua bulan pertama kehidupan. Sabun khusus bayi memang lebih ramah terhadap kulit bayi, tetapi penggunaannya tidak boleh terlalu sering. Untuk menjaga agar kulit bayi tidak mengering karena sabun, ke dalam air mandinya Anda dapat menuangkan beberapa tetes minyak zaitun atau baby oil.
Anda harus membersihkan kulit bayi setiap hari dengan menyeka, terutama di daerah popok dan lipatan-lipatan kulit. Untuk daerah popok, Anda cukup membersihkan dengan kain lembab tanpa sabun. Karena sering dibersihkan, daerah ini rentan terhadap iritasi kulit. Pemberian minyak zaitun atau baby oil dapat mencegah iritasi. Minyak tersebut membentuk lapisan tak terlihat pada kulit, yang mempertahankan kelembaban kulit sekaligus melindungi dari iritasi. Untuk perawatan lipatan kulit di kaki, tangan dan leher, ambillah sejumput kapas yang dibasahi air dan teteskan sedikit minyak untuk menyerap dan membuang kotoran. Daerah lipatan leher sangat rentan kotor karena residu air susu.
Air yang digunakan untuk mandi atau menyeka sebaiknya memiliki kehangatan sedang, sekitar 37°C. Siapkan handuk hangat untuk membungkus dan menjadi alas sebelum dan sesudah bayi dibersihkan.

2. Lindungi bayi dari masalah kulit

Bayi dapat memiliki beberapa masalah atau kondisi kulit berikut:
Tanda lahir. Pada wajah dan leher bayi mungkin terbentuk tanda lahir berwarna kemerahan. Itu adalah kumpulan pembuluh darah– bukan ruam–karena tidak menonjol atau menyebabkan gatal. Penyebabnya adalah perubahan hormon setelah lahir. Tanda lahir ini biasanya akan memudar sendiri dalam beberapa minggu.  Anda tidak perlu mengobatinya.
Dermatitis. Kadang-kadang, bayi akan mengembangkan infeksi jamur di lipatan kulit. Jamur berjenis kandida sering menyebabkan ruam yang disebut dermatitis popok karena menyukai area yang hangat dan lembab. Lipatan leher bayi juga dapat menjadi lingkungan yang baik untuk kandida. Anda dapat mencegah dan mengatasi ruam dengan menjaga kulit tetap kering, misalnya dengan selalu memastikan popok dalam keadaan kering dan membedaki kulit bayi secukupnya. Bila ruam tidak membaik atau cenderung menyebar dalam beberapa hari, periksakan bayi Anda ke dokter. Dokter mungkin akan meresepkan krim sederhana untuk membunuh jamur tersebut.
Biang keringat. Dalam cuaca panas, kulit bayi dapat teriritasi oleh panas. Biang keringat akan muncul dalam bentuk benjolan-benjolan merah kecil di tempat yang sering basah oleh keringat, misalnya di area popok, ketiak, punggung dan leher. Menempatkan bayi di ruangan sejuk dan nyaman adalah cara terbaik untuk mencegah dan mengobati biang keringat. Pakaian longgar dan menjaga daerah yang terkena tetap kering juga dapat membantu.
Masalah lain. Pada kondisi kulit lainnya seperti eksim, jerawat, dermatitis seboroik, alergi, dll, Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter untuk perawatannya.

3. Lindungi bayi dari sinar matahari

Bayi pada tahun pertama kehidupannya tidak boleh terkena radiasi UV langsung. Pakaian rapat, topi dan kacamata hitam adalah sarana perlindungan terbaik terhadap UVA dan UVB matahari. Selain itu, Anda dapat memberikan krim perlindungan matahari (“tabir surya”) secukupnya pada kulit yang terbuka.

4. Gunakan kain berbahan katun

Usahakan untuk selalu mengenakan pakaian dan popok berbahan katun pada bayi. Katun bersifat ramah kulit, memiliki pori-pori, dan menyerap kelembaban. Hindarilah bahan sintetis.

5. Lindungi bayi dari cuaca dingin

Kulit bayi tidak cukup melindungi diri mereka dari cuaca dingin. Selimutilah bayi dengan pakaian dan selimut hangat bila dibawa bepergian yang membuatnya terpapar angin.

6. Gunakan minyak/balsem untuk menghangatkan

Dalam cuaca buruk, terutama di saat hawa dingin dan angin bertiup, disarankan untuk mengoleskan minyak kayu putih atau balsem penghangat khusus untuk bayi. Minyak ini beraroma wangi dan melindungi kulit dari cuaca buruk dan dehidrasi. Namun, berhati-hatilah ketika mengoleskan minyak/balsem tersebut jika bayi Anda memiliki ruam kulit, agar tidak memperparah kondisinya.

7. Lakukan pemijatan

Untuk kesehatan umum dan perawatan kulit bayi, Anda dapat melakukan pemijatan. Untuk keperluan ini, Anda dapat menggunakan minyak zaitun atau minyak esensial lain yang tidak membahayakan bayi dan dapat memicu asma.